Kajian Ramadhan 1442 H: Sejarah Dikumandangkannya Azan Pertama Kali sebagai Penanda Waktu Salat

- 5 April 2021, 07:00 WIB
Ilustrasi: sejarah azan dikumandangkan pertama kali untuk penanda waktu salat.*
Ilustrasi: sejarah azan dikumandangkan pertama kali untuk penanda waktu salat.* //pexels/Konevi

PR SUMEDANG - Azan merupakan sebuah penanda tibanya waktu salat bagi para umat Islam, namun sebenarnya bagaimana awal sejarah pertama kalinya ?

Bagi sebagian orang mungkin belum mengetahui sejarah pertama kali dikumandangkannya Azan sebagai penanda waktu salat.

Sebelum adanya Azan, para sahabat Nabi Muhammad SAW disebut kebingungan dengan kapan waktu yang tepat untuk penanda waktu salat.

Baca Juga: Klaim Pet hingga Bundle Terbaru Sekarang! Kode Redeem Free Fire (FF) Hari Senin 5 April 2021

Kemudian, diadakanlah diskusi yang diikuti para sahabat Nabi Muhammad SAW untuk menentukan waktu tibanya salat.

Sebagaimana diberitakan Pikiran Rakyat Cirebon pada artikel 'Kajian Ramadhan: Kisah Pertama Kali Azan, Berawal dari Mimpi hingga Sebab Dipilihnya Bilal'

Sejumlah masukan pun bermunculan, mulai dari menggunakan lonceng layaknya umat Nasrani hingga menggunakan terompet layaknya umat Yahudi dalam upacara keagamaan yang mereka jalani.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Karier dan Keuangan Senin 5 April 2021: Pisces-Aquarius Dapat Keuntungan Finansial

Hasil dari diskusi tersebut, akhirnya lonceng dipilih sebagai alat yang paling tepat digunakan sebagai penanda waktu salat, seluruh umat Islam bergotong royong membuat lonceng yang berukuran besar.

Namun, setelah lonceng tersebut rampung dibuat, tiba-tiba datanglah Abdullah bin Zayd menceritakan mimpinya pada Nabi Muhammad saw., mengenai seorang laki-laki yang mengajarinya suatu metode memanggil orang-orang untuk salat.

Abdullah bin Zayd berkata: "Tadi malam seseorang menghampiriku dengan pakaiannya yang berwarna hijau sembari membawa lonceng ditangannya,".

Baca Juga: Konflik Rusia dan Ukraina Kian Memanas, Kini Putin Kirim 4000 Tentara dan Tank Ke Perbatasan Barat

Kemudian, Abdullah bin Zayd bertanya kepada lelaki tersebut dalam mimpinya: "Bolehkah aku membeli lonceng tersebut, untuk aku gunakan sebagai alat penanda datangnya waktu salat,".

Lelaki tersebut pun menjawab: "Maukah engkau aku tunjukan yang lebih baik dari lonceng ini,". Kemudian lelaki itu mengajarkan Abdullah bin Zayd seruan azan yang kita kenal sekarang.

Nabi yang mengamini perihal mimpi tersebut, lantas mencari dan mengingat orang yang memiliki suara merdu untuk berdiri di puncak rumah tertinggi di Madinah dekat masjid guna menyerukan orang agar segera menjalankan salat.

Baca Juga: Mantan Manajer Sabyan Turut Buka Suara Terkait Isu Pernikahan Siri Nissa dan Ayus: Saya Juga Bingung

Dilansir PikiranRakyat-Cirebon.com dari kanal Youtube Khalid Basalamah Official yang bertajuk "Kisah Pertama Kali Dikumandangkan Azan", Nabi Muhammad saw. langsung teringat dengan sosok Bilai bin Rabbah, seorang pemuda tangguh dari Habsyah yang memegang teguh keimananya walau disiksa terus-menerus.

Rasulullah bersabda: "Insyaallah mimpi itu benar adanya, untuk itu wahai Bilal bin Rabbah berdirilah engkau dan serukanlah azan untuk seluruh umat Islam,

"Kemudian, Abdullah bin Zayd ajarkanlah kalimat seruan salat itu kepada Bilal, supaya saat ini juga Bilal kumandangkan kalimat tersebut sebagai penanda waktu salat telah tiba," terang Ustaz Khalid Basalamah.

Baca Juga: Indonesia Ajukan Perubahan Sistem Skor Baru pada Kompetisi Badminton

Awal mula azan dicetuskan sebagai seruan salat memang memiliki kisah menarik hati untuk diingat, terlebih bagi Bilal bin Rabbah penugasan itu membuatnya sangat bersyukur.

Bahkan, ini merupakan berkah bagi Bilal bin Rabbah sebagai sahabat Rasul yang dipercaya untuk menyerukan seruan salat, padahal sebelumnya ia hanyalah seorang budak.***(Ayunda Lintang Pratiwi/Pikiran Rakyat Cirebon)

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: PR Cirebon


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x