Hati-Hati Moms! Penelitian Ungkap Bahaya Ftalat pada Makanan Ultraproses untuk Kesehatan Janin

- 10 Februari 2024, 08:15 WIB
Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental International, mempertimbangkan kembali pilihan makanan selama kehamilan sangat penting, terutama ketika datang ke makanan olahan.
Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental International, mempertimbangkan kembali pilihan makanan selama kehamilan sangat penting, terutama ketika datang ke makanan olahan. /FOTO: Pixabay/Rita und mit

SUMEDANG BAGUS - Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental International, mempertimbangkan kembali pilihan makanan selama kehamilan sangat penting, terutama ketika datang ke makanan olahan.

Dilansir dari Hindustan Times, bahan-bahan yang bersentuhan dengan atau menjadi pembungkus makanan sering mengandung senyawa ftalat, yang terkait dengan bahan plastik. Peneliti menyebutkan bahwa ftalat ini dapat menembus plasenta dan mencapai aliran darah janin, menyebabkan stres oksidatif dan peradangan pada janin.

"Ketika ibu terpapar bahan kimia ini, bahan kimia ini dapat melewati plasenta dan masuk ke sirkulasi janin,” kata penulis senior Dr. Sheela Sathyanarayana, dokter anak UW Medicine dan peneliti di Seattle Children’s Research Institute.

Paparan ftalat selama kehamilan telah dikaitkan dengan risiko berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, dan bahkan masalah kesehatan mental anak, seperti autisme dan ADHD.

Studi tersebut menunjukkan bahwa makanan ultraproses berkontribusi 10% hingga 60% dari pola makan ibu hamil, dengan rata-rata mencapai 38,6%. Setiap porsi makanan ultraproses yang 10% lebih tinggi dikaitkan dengan konsentrasi ftalat yang lebih tinggi, menambah risiko potensial pada janin.

Baca Juga: Makanan Super untuk Kulit yang Sehat dan Berseri: Alpukat, Blueberry, Kunyit, dan Lainnya

Makanan ultraproses, seperti kentang goreng kemasan, roti hamburger, dan minuman ringan, umumnya diproses dan diubah dengan tambahan bahan kimia serta pengawet untuk meningkatkan penampilan dan masa simpannya.

Penulis utama Brennan Baker menyarankan bahwa wanita hamil sebaiknya menghindari makanan ultraproses sebisa mungkin, dan memilih buah-buahan, sayuran, dan daging tanpa lemak sebagai pengganti. Ia juga menekankan pentingnya memeriksa bahan-bahan makanan untuk memastikan keamanannya, bahkan pada makanan yang terlihat sehat seperti bar wafer untuk sarapan.***

Editor: Helmi Surya

Sumber: antaranews.com


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Pemilu di Daerah

x